Articles by "Sumatera Barat"

Lembah Harau berada di Payakumbuh dan merupakan lembah curam yang juga menghadirkan wisata air terjun. Berikut ini uraian mengenai objek wisata Lembah Harau.

Sumatera Barat memang tidak ada matinya sebagai wilayah yang banyak memiliki objek wisata. Tempat wisata kali ini berada di Payakumbuh yaitu Lembah Harau. Dari pusat Kota Payakumbuh, lembah ini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit saja. Disini anda wajib mengabadikan Lembah Harau melalui kamera karena akan menjadi momen yang tidak akan terlupakan.

Lembah Harau Payakumbuh
Objek wisata Lembah Harau adalah sebuah tebing-tebing yang sangat terjal. Bahkan kemiringannya hampir mencapai 90 derajat. Jika anda berwisata ke tempat ini, ada 2 daerah wisata yang wajib dikunjungi yaitu sarasah bunta dimana terdapat 5 buah air terjun dan aka berayun yang terdapat 1 buah air terjun.

Wisata air terjun yang terdapat di Lembah Harau sangat menyenangkan. Jika anda ingin menikmati objek wisata air terjun yang masih alami, maka datanglah ke sarasah bunta. Namun jika anda ingin menikmati wisata air terjuan yang telah dibuat kolam sehingga sangat leluasa untuk berenang, berkunjunglah ke air terjun akan berayun.

Di tempat ini anda tidak hanya bisa berenang dan menikmati sejuknya air terjun saja, anda juga bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada di resort yang telah disediakan. Selain itu juga ada sebuah kebun binatang kecil dengan hewan andalannya adalah kupu-kupu karena disini terdapat penangkaran kupu-kupu.

Bagi masyarakat sekitar, ada sebuah kepercayaan di Lembah Harau ini tepatnya di Air Terjun Serasah Bunta. Orang yang mandi dan berdoa disini, maka akan segera mendapatkan jodoh. Selain itu airnya dipercaya mampu mengobati jerawat dan beberapa penyakit kulit lainnya. Terlepas benar atau tidaknya, anda bisa mambuktikan sendiri di objek wisata Lembah Harau.

Lembah Harau Payakumbuh


Sebagai objek wisata yang menunjukkan keindahannya, Lembah Harau juga menjadi surga bagi para pecinta olahraga panjat tebing. Dinding tebing yang curam dan terbentuknya relief secara alami, menjadi tantangan tersendiri bagi pemanjat tebing. Ketika sampai di puncak, maka rasa lelah akan hilang ketika bisa melihat hamparan pemandangan alam yang sangat indah."Pelangi Holiday"

Sumber : http://www.pelangiholiday.com/2013/08/objek-wisata-air-terjun-di-lembah-harau.html

Telaga Dewi Danau Singkarak
Danau Singkarak terbentang sangat luas dan secara administratif masuk dalam dua wilayah kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Solok dan Tanah Datar. Danau yang berjarak sekitar 70 km dari Padang, ibu kota Sumatera Barat ini memiliki luas sekitar 1.000 hektar. Dengan luas tersebut danau ini menjadi yang terluas kedua di dataran Sumatera setelah Danau Toba. Danau dengan kedalaman 268 meter dan berada di ketinggian 363,5 meter di atas permukaan laut ini termasuk dalam jenis danau tektonik karena terbentuk akibat pergeseran lempeng bumi.

Meskipun tergolong luas, namun tak banyak jenis ikan yang hidup di perairan Danau Singkarak. Hanya ada 19 jenis ikan yang tercatat hidup di danau ini. Hal ini dimungkinkan karena terbatasnya jumlah plankton yang menjadi makanan ikan pada umumnya. Plankton sulit hidup disini karena tingkat kedalaman danau yang membuat cahaya matahari tidak bisa menembus dasar danau.

Danau Singkarak merupakan salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh warga sekitar ataupun wisatawan yang datang dari luar kota karena keindahannya. Keindahan tempat wisata ini pertama kali dikenal luas pada tahun 1905 melalui jurnal biologi milik Ernst Haeckel, seorang peneliti dari Jerman. Tak hanya meneliti ekosistem Danau Singkarak dan sekitarnya, Haeckel juga terkagum – kagum dengan keindahan danau dengan air yang jernih ditambah pemandangan sampan – sampan nelayan yang bertebaran mencari ikan dan pemandangan hijau yang ada di sekitar danau. Karena keindahannya ini Ernst Haeckel terinspirasi untuk melukiskan keindahan yang dimiliki Danau Singkarak dalam sebuah kanvas.

Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk menikmati Danau Singkarak, yaitu berenang di air danaunya yang jernih, menaiki sampan untuk berkeliling Danau Singkarak, memancing di tepi danau atau ikut nelayan menangkap ikan. Ketika berkunjung ke danau ini, Anda jangan lupa untuk membawa kamera supaya dapat mengabadikan keindahan tempat wisata ini. Danau yang luas ditambah dengan panorama Bukit Barisan yang hijau di seberangnya sayang sekali untuk Anda lewatkan.

Selain kegiatan – kegiatan tersebut, Anda juga bisa melakukan wisata kuliner di warung – warung yang ada di sekitar tempat wisata ini. Jika Anda merasa kurang puas ketika makan di warung – warung yang ada di tepi danau, Anda bisa mencoba memancing atau menangkap ikan bersama nelayan lalu membakarnya di tepi danau bersama keluarga atau teman – teman. Hal ini bisa jadi pengalaman yang menyenangkan ketika Anda berkunjung ke Danau Singkarak.

Danau Singkarak


Sebagai danau kebanggaan warga Sumatera Barat yang sekaligus menjadi tempat wisata alam andalan, Danau Singkarak pernah menjadi bagian dari Tour de Singkarak. Tour de Singkarak adalah sebuah event balap sepeda tingkat internasional yang rutin diselenggarakan tiap tahun. Tour de Singkarak didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Amaury Sport Organization yang merupakan penyelenggara event serupa di Perancis bernama Tour de France.

Tour de Singkarak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009. Waktu penyelenggaraannya berlangsung selama seminggu antara bulan April – Juni dengan tujuh etape yang harus dilewati oleh peserta. Tour de Singkarak tak hanya sekadar lomba balap sepeda di jalan raya, namun juga pengenalan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Provinsi Sumatera Barat. Sepanjang rute yang harus ditempuh, peserta akan disuguhi pemandangan keberagaman budaya Minang dan juga keindahan alam Provinsi Sumatera Barat.

Tour de Singkarak dimulai dari garis start yang ada di kota Padang dan berakhir di Dermaga Danau Singkarak. Kemudian sejak tahun 2012, garis start dimulai dari Kota Sawahlunto yang merupakan sebuah kota tua bersejarah di Provinsi Sumatera Barat dan berakhir di kota Padang. Meskipun tak lagi menjadi lokasi garis finish, namun Danau Singkarak masih tetap menjadi bagian dari Tour de Singkarak bersama dengan Danau Maninjau dan beberapa tempat wisata menarik lainnya.

Tercatat sekitar 19 jenis ikan yang hidup di perairan Danau Singkarak saat ini. Salah satu dari jenis ikan tersebut adalah ikan bilih yang memiliki nama latin Mystacoleucus padangensis. Ikan bilih menjadi istimewa karena hanya bisa hidup di danau ini saja. Banyak yang mencoba mengembangbiakkan ikan ini di luar Danau Singkarak, namun selalu gagal karena ikan bilih selalu mati jika berada di luar perairan Danau Singkarak.

Danau Singkarak

Ikan bilih normalnya berukuran kecil dengan panjang maksimal mencapai 10 cm. Sisik ikan bilih berwarna perak berkilauan. Dari 19 jenis ikan yang ada, ikan bilih inilah yang jumlahnya diperkirakan paling banyak di perairan Danau Singkarak. Karena jumlah ikan ini yang melimpah sehingga ikan bilih menjadi sumber pendapatan warga sekitar.

Biasanya nelayan menangkap ikan ini untuk dijual ke warung – warung. Ikan ini paling nikmat jika digoreng dan dicocol dengan sambal. Selain dijual di warung – warung, ikan bilih goreng kering juga tersedia di tempat penjualan oleh – oleh yang ada disekitar tempat wisata ini. Biasanya ikan bilih goreng kering dikemas dalam plastik dengan berbagai ukuran dan bisa Anda jadikan sebagai oleh – oleh khas Danau Singkarak.

Karena tergolong dalam kategori danau tektonik, ukuran Danau Singkarak masih dapat berubah mengikuti pergeseran lempeng bumi. Menurut hasil penelitian para ahli, panjang danau pada awalnya hanya 3 km, kemudian bertambah menjadi 8 km, 13 km dan sekarang sekitar 23 km. Panjang danau ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

Sumber : http://katalogwisata.com/keindahan-danau-singkarak#.WiPDMkqWbIU

Air Terjun Nyarai Lubuk Alung
Lubuk Alung – Air Terjun Nyarai merupakan salah satu air terjun terindah yang kami temukan di Sumatera Barat. Air Terjun ini terletak di Hutan Gamaran, Jorong Gamaran, Korong Salibutan, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat. Butuh waktu 2 sampai 3 jam untuk mencapai air terjun, jika mulai berjalan dari mulut hutan.

Perjalanan ke air terjun di awali dengan melewati persawahan warga, setelah itu menyusuri hutan ulayat atau hutan warga gamaran.

Selama perjalanan kita akan melewati beberapa lubuak yang indah, ada Lubuak Lalang, ada Lubuak Ngugun, kolam dari batu yang terbentuk alami, selanjutnya Lubuak Batu Tuduang, di lubuak ini potensi ikannya banyak, dan Sikayan tabiang.

 Rute yang dilalui tidak berbahaya, jika tidak di guyur hujan jalan yang di lalui sangat menyasikkan. Diperlukan 2 sampai 3 kali istirahat, istirahat pertama di dalam hutannya, istirahat kedua di penyebrangan.

Air Terjun Nyarai, jika dideskirpsikan tinggi air terjun ini kira-kira 7-8 meter, jika musim panas guyuran airnya tidak terlalu deras. Hal yang menarik dari air terjun ini adalah kolam besar, dengan air bewarna kehijauan, kolam ini tepat berada di depan air terjun.

Aliran air dari air terjun ke kolam, di bendung oleh dua batu seperti pintu, seperti bendungan yang mengatur debit air yang masuk dari kolam. Semua sisi yang saya ceritakan terbuat secara alami.
Air Terjun Nyarai juga menyimpan potensi menarik lainnya, di dalam kolam hijau tersebut ada ikan, ikan bisa ditangkap dengan pistol tombak atau dengan memancing. Dibutuhkan keahlian khusus untuk menangkap ikan dengan pistol tombak, karna harus menyelam sambil kejar-kejaran dengan ikan. Rasa ikannya luar biasa, enaaak !!!. Dagingnya lembut sekali, manis dan gurih. Manis karena rasa dagingnya dan gurih karena kulitnya.

Jadi disini kita bisa berenang sepuasnya, menangkap ikan dan bermain ayunan dari akar pohon. Waktu tidak akan terasa selama di air terjun, yang dirasakan adalah rasa senang dan ucap syukur kepada Maha kuasa atas ciptaannya.

Sumber : http://lubuk-aluang.blogspot.co.id/2013/05/air-terjun-nyarai.html

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget